Analisa forensik residu senjata api
Langkah-langkah analisa residu senjata api:
1. Dokumentasi dalam beberapa sudutt
2. Laras senjata diperhatikan, apakah dalam keadaan tertutup / terbuka
- Kalau dalam keadaan terbuka, segera dilakukan analisa kertas Pb asetat (untuk mendeteksi H2S)
Caranya : kertas saring + Pb asetat, ditempelkan di moncong senjata
jika ada endapan, menunjukkan uji +
- Kalau keadaan tertutup, buka tutup senjata lalu tempelkan kertas Pb asetat
jika tidak menunjukkan perubahan (endapan), maka pelatuknya dibuka dan ditiup agar H2S
masuk di moncong (dihembus).
3. Disiapkan air panas lebih kurang 25 ml, lalu dimasukkan dalam laras, lalu dikocok, lalu ditampung
dibeker gelas, lalu diulangi hingga 3 x dan ditampung kembali
4. Filtrat yang diperoleh dinagi 2:
a. dimasukkan dalam botol yang ditutup lalu disegel lalu diuji lab
b. untuk analisa di TKP
5. Analisa di TKP
6. Analisa lanjutan di lab
Thursday, 30 November 2017
FORENSIK SENJATA API DAN BAHAN PELEDAK
Analisis forensik senjata api dan bahan peledak part 2
Berdasarkan bahan bakunya, senjata api terbagi menjadi 2 yaitu black powder (serbuk hitam) dan smokeless (tidak berasap).
Pada umumnya smokeless diberi bahan tambahan seperti KNO3, Ba(NO3)2, dan Ca(NO3)2 yang berfungsi sebagai pemicu (pemantik). Hasil ledakan ada yang berupa gas CO,CO2, N2, H2 dan berbentuk padatan yang berupa garam NO2-, NO3- dan SO4 2-. Ciri khusus dari smokeless adalah S2- tidak ditemukan. Perbedaan black powder dan smokeless adalah sebagai berikut:
a. Black powder
- Berbau menyengat dengan residu berwarna putih
- Adanya ion-ion alkali yang ditemukan (signifikan/banyak)
- Tidak ditemukan alkali tanah
- SO4 2- ditemukan
- kadang ditemukan S2O3 2-
- NO2- dan NO3- ditemukan
b. Smokeless
- Bau tidak terlalu menyengat, baunya khas tetapi bukan H2S
- Hanya kadang ditemukan ion alkali
- sering ditemukan alkali tanah
- SO4 2- ditemukan (dari H2SO4 sebagai katalis)
- Tidak pernah ditemukan S2O3 2-
- NO3- ditemukan dalam jumlah signifikan (banyak).
BACA JUGA (SCIENCE DAILY)
Tahukah Anda Penyakit Alzheimer?
Tahukah Anda Penyakit pada Ginjal?
Tahukah Anda Bahan Kimia Berbahaya pada Rokok?
Berdasarkan bahan bakunya, senjata api terbagi menjadi 2 yaitu black powder (serbuk hitam) dan smokeless (tidak berasap).
Pada umumnya smokeless diberi bahan tambahan seperti KNO3, Ba(NO3)2, dan Ca(NO3)2 yang berfungsi sebagai pemicu (pemantik). Hasil ledakan ada yang berupa gas CO,CO2, N2, H2 dan berbentuk padatan yang berupa garam NO2-, NO3- dan SO4 2-. Ciri khusus dari smokeless adalah S2- tidak ditemukan. Perbedaan black powder dan smokeless adalah sebagai berikut:
a. Black powder
- Berbau menyengat dengan residu berwarna putih
- Adanya ion-ion alkali yang ditemukan (signifikan/banyak)
- Tidak ditemukan alkali tanah
- SO4 2- ditemukan
- kadang ditemukan S2O3 2-
- NO2- dan NO3- ditemukan
b. Smokeless
- Bau tidak terlalu menyengat, baunya khas tetapi bukan H2S
- Hanya kadang ditemukan ion alkali
- sering ditemukan alkali tanah
- SO4 2- ditemukan (dari H2SO4 sebagai katalis)
- Tidak pernah ditemukan S2O3 2-
- NO3- ditemukan dalam jumlah signifikan (banyak).
BACA JUGA (SCIENCE DAILY)
Tahukah Anda Penyakit Alzheimer?
Tahukah Anda Penyakit pada Ginjal?
Tahukah Anda Bahan Kimia Berbahaya pada Rokok?
Tuesday, 28 November 2017
FORENSIK SENJATA API DAN BAHAN PELEDAK
Analisis Forensik pada senjata api dan bahan peledak part 1
Analisis kimia pada senjata api dan handak (bahan peledak) menghasilkan bukti yang penting antara lain:
1. Ada tidaknya suatu zat yang dapat dihubungkan dengan waktu dimana senjata api/bahan peledak meledak.
2. Menentukan "Corpus delictus" yaitu setiap material yang dipakai untuk menentukan bentuk kejahatan dan cara melakukannya
Tes Fe3+ (adanya cincin coklat tebal diatas dan mudah hilang)
Tes Fe2+ (adanya cincin ditengah dan tipis)
Kedua tes diatas sangat penting untuk analisa kualitatif.
a. Senjata api
Pada umumnya peluru dibagi menjadi 2:
1. Berdasarkan penggunaannya:
- Peluru tumpul (karet), yaitu peluru yang dimaksudkan untuk menyakiti / melukai dan tidak dimaksudkan untuk membunuh atau sekarang juga digunakan "water canon" (penyemprot air).
- Peluru tajam, yaitu peluru yang dimaksudkan untuk membunuh dan terbagi menjadi 3:
a. Peluru 1x ledakan (dengan garis warna hitam)
dengan uji penembakan 10 galon, telah menembus 4 galon dengan sisi lainnya tidak tembus
b. Peluru 2x ledakan (dengan garis merah dan bisa menghancurkan)
dengan uji penembakan 10 galon, telah menembus 7 galon dengan sisi lainnya tidak tembus
c. Peluru dengan garis merah dan bisa membunuh dengan jarak 10 m
dengan uji penembakan 10 galon, telah menembus 10 galon dengan 4 galon pertama hancur.
2. Berdasarkan zat kimia pembuatnya (bahan baku)
- black powder (serbuk hitam)
- smokeless (tidak berasap).
BACA JUGA (SCIENCE DAILY)
Tahukah Anda Proses Pembentukan Tulang?
Tahukah Anda Penyakit dan Kelainan Organ Hati?
Tahukah Anda Bahan Kimia Berbahaya pada Rokok?
Analisis kimia pada senjata api dan handak (bahan peledak) menghasilkan bukti yang penting antara lain:
1. Ada tidaknya suatu zat yang dapat dihubungkan dengan waktu dimana senjata api/bahan peledak meledak.
2. Menentukan "Corpus delictus" yaitu setiap material yang dipakai untuk menentukan bentuk kejahatan dan cara melakukannya
Tes Fe3+ (adanya cincin coklat tebal diatas dan mudah hilang)
Tes Fe2+ (adanya cincin ditengah dan tipis)
Kedua tes diatas sangat penting untuk analisa kualitatif.
a. Senjata api
Pada umumnya peluru dibagi menjadi 2:
1. Berdasarkan penggunaannya:
- Peluru tumpul (karet), yaitu peluru yang dimaksudkan untuk menyakiti / melukai dan tidak dimaksudkan untuk membunuh atau sekarang juga digunakan "water canon" (penyemprot air).
- Peluru tajam, yaitu peluru yang dimaksudkan untuk membunuh dan terbagi menjadi 3:
a. Peluru 1x ledakan (dengan garis warna hitam)
dengan uji penembakan 10 galon, telah menembus 4 galon dengan sisi lainnya tidak tembus
b. Peluru 2x ledakan (dengan garis merah dan bisa menghancurkan)
dengan uji penembakan 10 galon, telah menembus 7 galon dengan sisi lainnya tidak tembus
c. Peluru dengan garis merah dan bisa membunuh dengan jarak 10 m
dengan uji penembakan 10 galon, telah menembus 10 galon dengan 4 galon pertama hancur.
2. Berdasarkan zat kimia pembuatnya (bahan baku)
- black powder (serbuk hitam)
- smokeless (tidak berasap).
BACA JUGA (SCIENCE DAILY)
Tahukah Anda Proses Pembentukan Tulang?
Tahukah Anda Penyakit dan Kelainan Organ Hati?
Tahukah Anda Bahan Kimia Berbahaya pada Rokok?
SEJARAH ILMU FORENSIK
Asal-usul ilmu forensik
Ilmu forensik modern pertama kali berkembang berupa kesaksian dari seorang ahli kimia yang bernama N.J.B. Ortila (1787-1853) pada kasus keracunan. Ortila bekerja di lab ayahnya yang ahli toksikologi forensik. Keahlian kimia dan toksikologinya digunakan untuk mengungkapkan kasus "Marie La Farge" tahun 1840. Pada tahun 1839, Marie menikah dengan La Farge, kemudian Charles La Farge meninggal dengan gejala keracunan arsen (dimana As3+ lebih toksik dari As5+). Telah dilakukan tes pada tubuh La Farge dan didapatkan informasi yang tidak spesifik sehingga tidak mendukung adanya unsur kesengajaan dalam kasus ini. Analisa pertama yang dilakukan Ortila:
1. Analisa roti yang dimakan La Farge, hasilnya +
2. Analisa jaringan tubuh La Farge, hasilnya +
3. Analisa tanah disekitar rumah, hasilnya -
4. Analisa pakaian yang dikenakan Marie, hasilnya +
Dari keempat analisa tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa ada unsur kesengajaan dalam kasus keracunan La Farge.
Ilmu forensik modern pertama kali berkembang berupa kesaksian dari seorang ahli kimia yang bernama N.J.B. Ortila (1787-1853) pada kasus keracunan. Ortila bekerja di lab ayahnya yang ahli toksikologi forensik. Keahlian kimia dan toksikologinya digunakan untuk mengungkapkan kasus "Marie La Farge" tahun 1840. Pada tahun 1839, Marie menikah dengan La Farge, kemudian Charles La Farge meninggal dengan gejala keracunan arsen (dimana As3+ lebih toksik dari As5+). Telah dilakukan tes pada tubuh La Farge dan didapatkan informasi yang tidak spesifik sehingga tidak mendukung adanya unsur kesengajaan dalam kasus ini. Analisa pertama yang dilakukan Ortila:
1. Analisa roti yang dimakan La Farge, hasilnya +
2. Analisa jaringan tubuh La Farge, hasilnya +
3. Analisa tanah disekitar rumah, hasilnya -
4. Analisa pakaian yang dikenakan Marie, hasilnya +
Dari keempat analisa tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa ada unsur kesengajaan dalam kasus keracunan La Farge.
Pengertian kimia dalam Ilmu Forensik
Definisi Ilmu Forensik
Ilmu forensik adalah ilmu yang membantu para penegak hukum sperti kejaksaan,kepolisian, kehakiman untuk memeriksa/ menganalisa:
- suatu peristiwa kejahatan melalui saksi diam
- tertuduh yang karena tindakan kejahatannya menghasilkan saksi-saksi diam tersebut.
Ilmu forensi didukung oleh beberapa ilmu, seperti ilmu kedokteran, ilmu anatomi dan fisiologi, kimia, tumbuh-tumbuhan dan ilmu sosial lainnya.
Beberapa spesimen benda (saksi diam) yang telah diteliti antara lain:
1. zat padat dan cair dari TKP
2. Uang palsu dan dokumen palsu
3. Barang industri seperti rokok, kosmetik, jamu palsu, obat palsu
4. Racun alam dan buatan
5. Bahan baku pembuat petasan, serbuk mesiu, bahan peledak
6. Tekstil
dan lain-lain.
Karena itu ahli forensik menggunakan bahan-bahan kimia (reagen) yang dapa menghasilkan reaksi warna (pembentukan endapan) untuk menganalisa zat yang ditentukan di TKP agar diperoleh informasi untuk mengungkap suatu perkara.
Bahan serbuk peluru antara lain Arang (C), KNO3/NaNO3/NH4NO3 (yang bisa diambil dari pupuk) dan belerang (S).
Ketidakmampuan ahli kimia forensik mengungkapkan bukti pada umumnya disebabkan oleh:
- kejahatan selalu selangkah lebih maju
- pengetahuan tentang reagen dan analisa kimia terbatas
- kreatifitas ahli kimia kurang.
Ilmu forensik adalah ilmu yang membantu para penegak hukum sperti kejaksaan,kepolisian, kehakiman untuk memeriksa/ menganalisa:
- suatu peristiwa kejahatan melalui saksi diam
- tertuduh yang karena tindakan kejahatannya menghasilkan saksi-saksi diam tersebut.
Ilmu forensi didukung oleh beberapa ilmu, seperti ilmu kedokteran, ilmu anatomi dan fisiologi, kimia, tumbuh-tumbuhan dan ilmu sosial lainnya.
Beberapa spesimen benda (saksi diam) yang telah diteliti antara lain:
1. zat padat dan cair dari TKP
2. Uang palsu dan dokumen palsu
3. Barang industri seperti rokok, kosmetik, jamu palsu, obat palsu
4. Racun alam dan buatan
5. Bahan baku pembuat petasan, serbuk mesiu, bahan peledak
6. Tekstil
dan lain-lain.
Karena itu ahli forensik menggunakan bahan-bahan kimia (reagen) yang dapa menghasilkan reaksi warna (pembentukan endapan) untuk menganalisa zat yang ditentukan di TKP agar diperoleh informasi untuk mengungkap suatu perkara.
sumber : www.gipeng.blogspot.com
Bahan serbuk peluru antara lain Arang (C), KNO3/NaNO3/NH4NO3 (yang bisa diambil dari pupuk) dan belerang (S).
Ketidakmampuan ahli kimia forensik mengungkapkan bukti pada umumnya disebabkan oleh:
- kejahatan selalu selangkah lebih maju
- pengetahuan tentang reagen dan analisa kimia terbatas
- kreatifitas ahli kimia kurang.
Monday, 27 November 2017
Definisi penyakit TBC dan Pneumonia
Apa itu Tuberculosis (TBC) dan Pneumonia
1. TBC
TBC (Tuberculosis) adalah salah satu penyakit pada sistem pernapasan. TBC adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini menginfeksi paru-paru yang menyebabkan timbulnya bintil-bintil kecil pada dinding alveolus sehingga menganggu proses difusi oksigen. Penderita TBC harus menjalani pengobatan secara terus menerus dan biasanya dikarantina di tempat khusus yang disebut sanatorium. Penyakit ini dapat menular dan untuk mencegahnya kita harus menjaga agar lingkungan sekitar kita selalu bersih.
Selain itu, menjaga sirkulasi udara pada setiap ruangan di dalam rumah dalam keadaan baik karena bakteri Mycobacterium tuberculosis berkembang dengan baik di tempat yang lembab dan kotor.
2. Pneumonia
Pneumonia adalah penyakit radang paru-paru. Penyakit ini dapat disebabkan oleh mikroorganisme, seperti virus, bakteri, fungi dan mikroplasma (partikel hidup yang sangat kecil yang memiliki ciri-ciri seperti bakteri dan virus). Pneumonia juga dapat disebabkan oleh alergi. Pneumonia karena infeksi bakteri, paling banyak disebabkan oleh Streptococcus pneumoniae. Selain itu, dapat disebabkan juga oleh Klebsiella pneumoniae, Haemophilus influenza dan Legionella pneumophilia. Pada penderita pneumonia, paru-parunya dipenuhi dengan cairan dan sangat menganggu sistem pernapasan.
Sumber:
Sumantro, I, dkk. 2005. Sains Biologi SMP/MTs kelas VIII. Jakarta: Piranti.
BACA JUGA:
Tahukah Anda Fakta bahwa Banyak Minum Air Menjadikan Ginjal Sehat?
Tahukah Anda Gangguan dan Penyakit pada Organ Hati?
Tahukah Anda Manfaat Kedelai?
1. TBC
TBC (Tuberculosis) adalah salah satu penyakit pada sistem pernapasan. TBC adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini menginfeksi paru-paru yang menyebabkan timbulnya bintil-bintil kecil pada dinding alveolus sehingga menganggu proses difusi oksigen. Penderita TBC harus menjalani pengobatan secara terus menerus dan biasanya dikarantina di tempat khusus yang disebut sanatorium. Penyakit ini dapat menular dan untuk mencegahnya kita harus menjaga agar lingkungan sekitar kita selalu bersih.
Selain itu, menjaga sirkulasi udara pada setiap ruangan di dalam rumah dalam keadaan baik karena bakteri Mycobacterium tuberculosis berkembang dengan baik di tempat yang lembab dan kotor.
Sumber : www.pengobatanalternatifgreenworld.com
Sumber :www.sehatcenter.com
2. Pneumonia
Pneumonia adalah penyakit radang paru-paru. Penyakit ini dapat disebabkan oleh mikroorganisme, seperti virus, bakteri, fungi dan mikroplasma (partikel hidup yang sangat kecil yang memiliki ciri-ciri seperti bakteri dan virus). Pneumonia juga dapat disebabkan oleh alergi. Pneumonia karena infeksi bakteri, paling banyak disebabkan oleh Streptococcus pneumoniae. Selain itu, dapat disebabkan juga oleh Klebsiella pneumoniae, Haemophilus influenza dan Legionella pneumophilia. Pada penderita pneumonia, paru-parunya dipenuhi dengan cairan dan sangat menganggu sistem pernapasan.
sumber : www.paru-paru.com
Sumber:
Sumantro, I, dkk. 2005. Sains Biologi SMP/MTs kelas VIII. Jakarta: Piranti.
BACA JUGA:
Tahukah Anda Fakta bahwa Banyak Minum Air Menjadikan Ginjal Sehat?
Tahukah Anda Gangguan dan Penyakit pada Organ Hati?
Tahukah Anda Manfaat Kedelai?
Saturday, 25 November 2017
ANALISIS SPEKTROSKOPI UV-VIS
LAPORAN PERCOBAAN "PENENTUAN pKA SUATU INDIKATOR"
Judul Praktikum:
Analisis Spektroskopi UV-VIS "Penentuan pKA suatu indikator".
Praktikum ini bertujuan untuk menentukan pKA suatu indikator asam basa dengan menggunakan spektrofotometer.
Prinsip praktikum:
Indikator asam basa, konstanta disosiasi, absorbansi, spektroskopi UV VIS dan hukum Lambert-Beer.
Fungsi penambahan BTB : Sebagai indikator asam basa
Fungsi penambahan HCl pada pH 1 : memberikan suasana asam.
Dilakukan pengenceran : untuk membuat konsentrasi larutan lebih kecil sehingga mudah dianalisis dengan spektroskopi UV VIS.
Diukur absorbansi masing-masing pH : untuk diketahui lambda maks dan Absorbansi (A) maks.
Penambahan Na2HPO4 dan KH2PO4 : Sebagai larutan buffer (membuat larutan netral).
Penambahan NaOH sampai hijau pada pH 7 : untuk memastikan bahwa larutan tersebut benar-benra netral dengan indikator BTB yang berubah menjadi hijau.
Penambahan NaOH sampai biru pada pH 13 : untuk memberi suasana basa pada larutan dengan adanya indikator BTB yang berubah menjadi biru.
Diukur absorbansi berbagai variasi larutan pada lambda asam danbasa : untuk diketahui nilai Absorbansi pada larutan pada lambda asam dan basa sehingga bisa digunakan untuk penentuan [HIn] dan [In].
Pengukuran pH masing-masing variasi larutan : untuk diketahui pH masing-masing larutan karena pH penting dalam penentuan pKa, pH = pKa + log [In]/[HIn].
Judul Praktikum:
Analisis Spektroskopi UV-VIS "Penentuan pKA suatu indikator".
Praktikum ini bertujuan untuk menentukan pKA suatu indikator asam basa dengan menggunakan spektrofotometer.
Prinsip praktikum:
Indikator asam basa, konstanta disosiasi, absorbansi, spektroskopi UV VIS dan hukum Lambert-Beer.
Fungsi penambahan BTB : Sebagai indikator asam basa
Fungsi penambahan HCl pada pH 1 : memberikan suasana asam.
Dilakukan pengenceran : untuk membuat konsentrasi larutan lebih kecil sehingga mudah dianalisis dengan spektroskopi UV VIS.
Diukur absorbansi masing-masing pH : untuk diketahui lambda maks dan Absorbansi (A) maks.
Penambahan Na2HPO4 dan KH2PO4 : Sebagai larutan buffer (membuat larutan netral).
Penambahan NaOH sampai hijau pada pH 7 : untuk memastikan bahwa larutan tersebut benar-benra netral dengan indikator BTB yang berubah menjadi hijau.
Penambahan NaOH sampai biru pada pH 13 : untuk memberi suasana basa pada larutan dengan adanya indikator BTB yang berubah menjadi biru.
Diukur absorbansi berbagai variasi larutan pada lambda asam danbasa : untuk diketahui nilai Absorbansi pada larutan pada lambda asam dan basa sehingga bisa digunakan untuk penentuan [HIn] dan [In].
Pengukuran pH masing-masing variasi larutan : untuk diketahui pH masing-masing larutan karena pH penting dalam penentuan pKa, pH = pKa + log [In]/[HIn].
Wednesday, 22 November 2017
Analisa Rhodamin B
Judul : Analisa Rhodamin B dengan Fluoresence
Sifat Bahan (MSDS)
RHODAMIN B
Sifat : Berwarna hablur hijau atau serbuk ungu kemerahan, berat molekulnya 479 g/mol, sangat mudah larut dalam air menghasilkan larutan merah kebiruan dan berfluoresensi kuat jika di encerkan. Sangat mudah larut dalam alkohol. Sukar larut dalam asam encer dan dalam larutan alkali.
Potensi bahaya : iritasi saluran pencernaan jika tertelan, menyebabkan gejala keracunan dengan urin berwarna merah (merah muda). Jika terhirup, terjadi iritasi saluran pernapasan. Menyebabkan iritasi dan kemerahan pada mata.
Handling : Jauhkan dari panas, Jangan dihirup atau ditelan. Jauhi kontak dengan kulit dan mata. Gunakan perlengkapan pengamanan. Jika tertelan segera cari pertolongan medis.
Sumber :
www.sciencelab.com
BACA JUGA (SCIENCE DAILY):
Tahukah Anda Kegunaan Jaring Laba-laba?
Tahukah Anda Lemak yang Ramah Kesehatan?
Tahukah Anda Manfaat Kedelai?
Tahukah Anda Manfaat Puasa?
Sifat Bahan (MSDS)
RHODAMIN B
Sumber : en.wikipedia.org
Potensi bahaya : iritasi saluran pencernaan jika tertelan, menyebabkan gejala keracunan dengan urin berwarna merah (merah muda). Jika terhirup, terjadi iritasi saluran pernapasan. Menyebabkan iritasi dan kemerahan pada mata.
Handling : Jauhkan dari panas, Jangan dihirup atau ditelan. Jauhi kontak dengan kulit dan mata. Gunakan perlengkapan pengamanan. Jika tertelan segera cari pertolongan medis.
Sumber :
www.sciencelab.com
BACA JUGA (SCIENCE DAILY):
Tahukah Anda Kegunaan Jaring Laba-laba?
Tahukah Anda Lemak yang Ramah Kesehatan?
Tahukah Anda Manfaat Kedelai?
Tahukah Anda Manfaat Puasa?
KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS (KLT)
KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS (KLT)
Sifat Bahan
a. Aseton
Sifat Bahan
a. Aseton
- Sifat : Berbentuk cair, berbau seperti buah, berat molekul 58, 08 g/mol, tidak berwarna, larut di air dingin dan panas.
- Potensi bahaya : iritasi jika kontak mata dan kulit, bahaya jika terhirup dan tertelan
- Handling : Jauhkan dari sumber panas dan pembakaran, jangan dihirup dan ditelan, jauhkan dari kontak kulit dan mata, selalu menggunakan peralatan lab, jauhkan dari bahan incompbatibel seperti agen pengoksidasi, pereduksi, asam dan basa.
Sumber :www.id.wikipedia.org
b. Metanol
- Sifat : Berbentuk cair, berbau alkohol, tidak berasa, tidak berwarna, berat molekul 32,04 g/mol
- Potensi bahaya : iritasi jika kontak kulit dan mata, bahaya jika terhirup dan tertelan
- Handling : Jauhkan dari sumber panas dan pembakaran, jangan dihirup dan ditelan, jauhkan dari kontak kulit dan mata, selalu menggunakan peralatan lab, jauhkan dari bahan incompbatibel seperti agen pengoksidasi, logam, asam.
Sumber : www.id.wikipedia.org
c. Aquades
- Sifat : berbentuk cair, tidak berwarna, tidak berasa, berat molekul 18, 02 g/mol
- Potensi bahaya : tidak berbahaya jika tertelan atau kontak dengan kulit dan mata
- Handling : tidak membutuhkan perlakuan khusus
d. Silika gel
- Sifat : berbentuk solid (padatan granula, bubuk), berwarna putih, tidak berasa, tidak larut di air dingin
- Potensi bahaya : sedikit berbahaya jika kontak kulit dan mata
- Handling : jangan ditelan, jangan dihirup. Jika tertelan cari pertolongan medis.
www.indonesia.alibaba.com
Sumber:
www.sciencelab.com
BACA JUGA (SCIENCE DAILY):
SPEKTROSKOPI UV VIS
ANALISIS SPEKTROSKOPI UV-VIS
"Analisis dua komponen secara simultan konsentrasi kobalt (Co) dan Krom (Cr)"
SIFAT BAHAN
a. Cr2O3
"Analisis dua komponen secara simultan konsentrasi kobalt (Co) dan Krom (Cr)"
SIFAT BAHAN
a. Cr2O3
- Sifat : berbentuk padatan, berwarna gelap, bersifat asam, mempunyai titik leleh 197 0C, dapat larut dalam air dan dietil eter
- Potensi bahaya : iritasi jika kontak kulit dan mata, bahaya jika terhirup dan tertelan, bisa menyebabkan iritasi saluran pernapasan, kerusakan kornea
- Handling : Jauhkan dari sumber panas dan bahan combustibel, jangan dihirup dan ditelan, jauhkan kontak mata dan kulit, jika tertelan segera cari pertolongan medis.
www.chemspider.com
b. CoCl2
- Sifat : berbentuk serbuk, berwarna biru muda, tidak bereaksi dengan logam alkali, bersifat racun dan oksidator kuat
- Potensi bahaya : iritasi jika kontak kulit dan mata, bahaya jika terhirup dan tertelan, bisa menyebabkan iritasi saluran pernapasan, kerusakan kornea
- Handling : Jauhkan dari sumber panas dan bahan combustibel, jangan dihirup dan ditelan, jauhkan kontak mata dan kulit, jika tertelan segera cari pertolongan medis.
www.quora.com
Sumber :
www.sciencelab.com
BACA JUGA (SCIENCE DAILY)
Subscribe to:
Comments (Atom)