Sunday, 3 December 2017

SOAL BIOLOGI BAB SISTEM PERNAPASAN

Soal evaluasi Biologi kelas VIII SMP

SOAL-SOAL:

1. Organ yang membentuk sistem pernapasan adalah?
2. Pada pangkla tenggorok terdapat suatu katup yang disebut?
3. Pita suara manusia terletak dibagian?
4. Urut-urutan jalannya udara pernapasan dari luar ke dalam adalah?
5. Pernyataan yang benar tentang pernapasan dada dan perut adalah?
6. Jika otot diafragma mendatar dan tulang rusuk terangkat, maka?
7. Ketika air kapur ditiup, air kapur menjadi keruh. Hal ini menunjukkan bahwa?
8. Pertukaran gas O2dan CO2 pada proses pernapasan terjadi pada?
9. Kapasitas vital paru-paru seseorang adalah 4 liter. Jumlah udara tersebut merupakan?
10. Alat untuk mengetahui volume udara dalam proses pernapasan adalah?
11. Udara tidal pada manusia sekitar 500 ml, udara tidal adalah?
12. Terjadinya gangguan pada pengangkutan oksigen ke seluruh jaringan tubuh disebut?
13. Tar merupakan bahan kimia beracun dalam rokok yang dapat menyebabkan?
14. Alat pernapasan pada serangga adalah?
15. Pertukaran gas pada burung terjadi pada bagian?


JAWAB:

1. Rongga hidung - tenggorokan (trakea) - paru-paru
2. Epiglotis
3. Laring
4. Rongga hidung-nasofaring-laring-trakea-bronkus-bronkiolus-alveolus
5. Pernapasan dada = tulang rusuk terangkat
    Pernapasan perut = diafragma cembung
    maka udara akan masuk
6. Udara msuk ke paru-paru
7. Pernapasan menghasilkan CO2
8. Alveolus
9. Jumlah udara yang dapat keluar atau masuk sebanyak-banyaknya pada waktu kita menarik atau
    menghembuskan napas
10. Spirometer
11. Udara yang dapat keluar masuk paru-paru saat pernapasan biasa
12. Asfiksi
13. Kanker
14. Sistem trakea
15. Paru-paru

Thursday, 30 November 2017

FORENSIK SENJATA API

Analisa forensik residu senjata api


Langkah-langkah analisa residu senjata api:
1. Dokumentasi  dalam beberapa sudutt
2. Laras senjata diperhatikan, apakah dalam keadaan tertutup / terbuka
    - Kalau dalam keadaan terbuka, segera dilakukan analisa kertas Pb asetat (untuk mendeteksi H2S)
      Caranya : kertas saring + Pb asetat, ditempelkan di moncong senjata
                       jika ada endapan, menunjukkan uji +
    - Kalau keadaan tertutup, buka tutup senjata lalu tempelkan kertas Pb asetat
       jika tidak menunjukkan perubahan (endapan), maka pelatuknya dibuka dan ditiup agar H2S
       masuk di moncong (dihembus).
3. Disiapkan air panas lebih kurang 25 ml, lalu dimasukkan dalam laras, lalu dikocok, lalu ditampung
    dibeker gelas, lalu diulangi hingga 3 x dan ditampung kembali
4. Filtrat yang diperoleh dinagi 2:
    a. dimasukkan dalam botol yang ditutup lalu disegel lalu diuji lab
    b. untuk analisa di TKP
5. Analisa di TKP
6. Analisa lanjutan di lab

FORENSIK SENJATA API DAN BAHAN PELEDAK

Analisis forensik senjata api dan bahan peledak part 2

Berdasarkan bahan bakunya, senjata api terbagi menjadi 2 yaitu black powder (serbuk hitam) dan smokeless (tidak berasap).

Pada umumnya smokeless diberi bahan tambahan seperti KNO3, Ba(NO3)2, dan Ca(NO3)2 yang berfungsi sebagai pemicu (pemantik). Hasil ledakan ada yang berupa gas CO,CO2, N2, H2 dan berbentuk padatan yang berupa garam NO2-, NO3- dan SO4 2-. Ciri khusus dari smokeless adalah S2- tidak ditemukan. Perbedaan black powder dan smokeless adalah sebagai berikut:

a. Black powder
    - Berbau menyengat dengan residu berwarna putih
    - Adanya ion-ion alkali yang ditemukan (signifikan/banyak)
    - Tidak ditemukan alkali tanah
    - SO4 2- ditemukan
    - kadang ditemukan S2O3 2-
    - NO2- dan NO3- ditemukan

b. Smokeless
    - Bau tidak terlalu menyengat, baunya khas tetapi bukan H2S
    - Hanya kadang ditemukan ion alkali
    - sering ditemukan alkali tanah
    - SO4 2- ditemukan (dari H2SO4 sebagai katalis)
    - Tidak pernah ditemukan S2O3 2-
    - NO3- ditemukan dalam jumlah signifikan (banyak).


BACA JUGA (SCIENCE DAILY)
Tahukah Anda Penyakit Alzheimer?
Tahukah Anda Penyakit pada Ginjal?
Tahukah Anda Bahan Kimia Berbahaya pada Rokok?

Tuesday, 28 November 2017

FORENSIK SENJATA API DAN BAHAN PELEDAK

Analisis Forensik pada senjata api dan bahan peledak part 1


Analisis kimia pada senjata api dan handak (bahan peledak) menghasilkan bukti yang penting antara lain:
1. Ada tidaknya suatu zat yang dapat dihubungkan dengan waktu dimana senjata api/bahan peledak meledak.
2. Menentukan "Corpus delictus" yaitu setiap material yang dipakai untuk menentukan bentuk kejahatan dan cara melakukannya

Tes Fe3+ (adanya cincin coklat tebal diatas dan mudah hilang)
Tes Fe2+ (adanya cincin ditengah dan tipis)
Kedua tes diatas sangat penting untuk analisa kualitatif.

a. Senjata api
Pada umumnya peluru dibagi menjadi 2:
1. Berdasarkan penggunaannya:
    - Peluru tumpul (karet), yaitu peluru yang dimaksudkan untuk menyakiti / melukai dan tidak dimaksudkan untuk membunuh atau sekarang juga digunakan "water canon" (penyemprot air).

    - Peluru tajam, yaitu peluru yang dimaksudkan untuk membunuh dan terbagi menjadi 3:
     a. Peluru 1x ledakan (dengan garis warna hitam)
         dengan uji penembakan 10 galon, telah menembus 4 galon dengan sisi lainnya tidak tembus
     b. Peluru 2x ledakan (dengan garis merah dan bisa menghancurkan)
          dengan uji penembakan 10 galon, telah menembus 7 galon dengan sisi lainnya tidak tembus
     c. Peluru dengan garis merah dan bisa membunuh dengan jarak 10 m
         dengan uji penembakan 10 galon, telah menembus 10 galon dengan 4 galon pertama hancur.

2. Berdasarkan zat kimia pembuatnya (bahan baku)
    - black powder (serbuk hitam)
    - smokeless (tidak berasap).


BACA JUGA (SCIENCE DAILY)
Tahukah Anda Proses Pembentukan Tulang?
Tahukah Anda Penyakit dan Kelainan Organ Hati?
Tahukah Anda Bahan Kimia Berbahaya pada Rokok?

SEJARAH ILMU FORENSIK

Asal-usul ilmu forensik


Ilmu forensik modern pertama kali berkembang berupa kesaksian dari seorang ahli kimia yang bernama N.J.B. Ortila (1787-1853) pada kasus keracunan. Ortila bekerja di lab ayahnya yang ahli toksikologi forensik. Keahlian kimia dan toksikologinya digunakan untuk mengungkapkan kasus "Marie La Farge" tahun 1840. Pada tahun 1839, Marie menikah dengan La Farge, kemudian Charles La Farge meninggal dengan gejala keracunan arsen (dimana As3+ lebih toksik dari As5+). Telah dilakukan tes pada tubuh La Farge dan didapatkan informasi yang tidak spesifik sehingga tidak mendukung adanya unsur kesengajaan dalam kasus ini. Analisa pertama yang dilakukan Ortila:

1. Analisa roti yang dimakan La Farge, hasilnya +
2. Analisa jaringan tubuh La Farge, hasilnya +
3. Analisa tanah disekitar rumah, hasilnya -
4. Analisa pakaian yang dikenakan Marie, hasilnya +

Dari keempat analisa tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa ada unsur kesengajaan dalam kasus keracunan La Farge.

Pengertian kimia dalam Ilmu Forensik

Definisi Ilmu Forensik


Ilmu forensik adalah ilmu yang membantu para penegak hukum sperti kejaksaan,kepolisian, kehakiman untuk memeriksa/ menganalisa:
- suatu peristiwa kejahatan melalui saksi diam
- tertuduh yang karena tindakan kejahatannya menghasilkan saksi-saksi diam tersebut.


Ilmu forensi didukung oleh beberapa ilmu, seperti ilmu kedokteran, ilmu anatomi dan fisiologi, kimia, tumbuh-tumbuhan dan ilmu sosial lainnya.

Beberapa spesimen benda (saksi diam) yang telah diteliti antara lain:
1. zat padat dan cair dari TKP
2. Uang palsu dan dokumen palsu
3. Barang industri seperti rokok, kosmetik, jamu palsu, obat palsu
4. Racun alam dan buatan
5. Bahan baku pembuat petasan, serbuk mesiu, bahan peledak
6. Tekstil
dan lain-lain.

Karena itu ahli forensik menggunakan bahan-bahan kimia (reagen) yang dapa menghasilkan reaksi warna (pembentukan endapan) untuk menganalisa zat yang ditentukan di TKP agar diperoleh informasi untuk mengungkap suatu perkara.
Hasil gambar untuk kimia forensik
sumber : www.gipeng.blogspot.com

Bahan serbuk peluru antara lain Arang (C), KNO3/NaNO3/NH4NO3 (yang bisa diambil dari pupuk) dan belerang (S).

Ketidakmampuan ahli kimia forensik mengungkapkan bukti pada umumnya disebabkan oleh:
- kejahatan selalu selangkah lebih maju
- pengetahuan tentang reagen dan analisa kimia terbatas
- kreatifitas ahli kimia kurang.

Monday, 27 November 2017

Definisi penyakit TBC dan Pneumonia

Apa itu Tuberculosis (TBC) dan Pneumonia

1. TBC

TBC (Tuberculosis) adalah salah satu penyakit pada sistem pernapasan. TBC adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini menginfeksi paru-paru yang menyebabkan timbulnya bintil-bintil kecil pada dinding alveolus sehingga menganggu proses difusi oksigen. Penderita TBC harus menjalani pengobatan secara terus menerus dan biasanya dikarantina di tempat khusus yang disebut sanatorium. Penyakit ini dapat menular dan untuk mencegahnya kita harus menjaga agar lingkungan sekitar kita selalu bersih.

Selain itu, menjaga sirkulasi udara pada setiap ruangan di dalam rumah dalam keadaan baik karena bakteri Mycobacterium tuberculosis berkembang dengan baik di tempat yang lembab dan kotor.

Hasil gambar untuk penyakit TBC
Sumber : www.pengobatanalternatifgreenworld.com

Hasil gambar untuk penyakit TBC
Sumber :www.sehatcenter.com

2. Pneumonia

Pneumonia adalah penyakit radang paru-paru. Penyakit ini dapat disebabkan oleh mikroorganisme, seperti virus, bakteri, fungi dan mikroplasma (partikel hidup yang sangat kecil yang memiliki ciri-ciri seperti bakteri dan virus). Pneumonia juga dapat disebabkan oleh alergi. Pneumonia karena infeksi bakteri, paling banyak disebabkan oleh Streptococcus pneumoniae. Selain itu, dapat disebabkan juga oleh Klebsiella pneumoniae, Haemophilus influenza dan Legionella pneumophilia. Pada penderita pneumonia, paru-parunya dipenuhi dengan cairan dan sangat menganggu sistem pernapasan.

Hasil gambar untuk penyakit pneumonia
sumber : www.paru-paru.com



Sumber:
Sumantro, I, dkk. 2005. Sains Biologi SMP/MTs kelas VIII. Jakarta: Piranti.


BACA JUGA:
Tahukah Anda Fakta bahwa Banyak Minum Air Menjadikan Ginjal Sehat?
Tahukah Anda Gangguan dan Penyakit pada Organ Hati?
Tahukah Anda Manfaat Kedelai?