ANALISIS SPEKTROSKOPI UV-VIS
"Titrasi Spektrofotometri Tembaga dengan EDTA"
PEMBAHASAN:
- Tujuan percobaan : untuk menentukan konsentrasi tembaga dengan titrasi EDTA secara spektrofotometri
- Prinsip percobaan : titrasi komplkesometri, spektroskopi UV VIS, absorbansi, hukum lambert-beer
- Grafik yang didapat dari hasil percobaan berupa kurva yang naik seiring dengan pertambahan volum titran kemudian terbentuk garis datar. Hal ini terjadi karena pada kurva naik, spesi yang diamati bertambah dan belum terbentuk kompleks Cu-EDTA. Sedangkan garis datar menunjukkan spesi yang sudah tidak berubah dan telah mencapai titik akhir titrasi (telah terbentuk kompleks Cu-EDTA).
- Fungsi larutan Cu2+ adalah sebagai analat (larutan yang akan ditentukan konsentrasinya). Yang akan dititrasi dengan EDTA membentuk kompleks Cu-EDTA.
- Fungsi larutan EDTA adalah sebagai titran (yang menitrasi larutan Cu2+. dan merupakan ligan dalam kompleks Cu-EDTA.
- Fungsi buffer asetat adalah untuk mepertahankan PH agar tetap pada range 2,4 - 2,8
- Fungsi aquades adalah untuk mengencerkan larutan Cu2+ dan sebagai blanko.
- PH diatur pada range 2,4 - 2,8 karena merupakan PH optimum titrasi kompleksometri dan komplkes Cu-EDTA stabil pada range PH tertentu.
- Fungsi pengenceran adalh untuk membuat konsentrasi larutan lebih rendah (encer) sehingga mempermudah penyerapan sinar sinar monokromatis dalam analisis spektrofotometri UV VIS.
BACA JUGA (SCIENCE DAILY):
Tahukah Anda Bayi Bisa Terkena Katarak
Tahukah Anda Kegunaan Jaring Laba-laba
Tahukah Anda Manfaat Puasa Bagi Kesehatan
No comments:
Post a Comment